MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Tuesday, 03 December 2013 2:26 PM

Keluarga Ideal, Keluarga Kecil Bahagia

BPJS Info - Singaraja. Singaraja : Keluarga yang hanya melahirkan 2 anak, memiliki peluang  yang lebih banyak meraih kebahagian.

Hal itu dikatakan  Kepala  BKKBN Propinsi Bali I Wayan Sundra pada acara  Pagelaran Genjek dalam rangka sosialisasi program BKKBN "Pasangan Usia Produktif," di Dusun Sangglung Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupetan Buleleng, Bali, Senin (2/12/2013) malam.

"Sudah barang tentu dengan anak yang lahir sedikit, maka pendidikan anak-anak, kesehatan keluarga, lapangan pekerjaan, kualitas SDM kita akan lebih baik," ujar Wayan.

“Dengan 2 anak, 8 fungsi keluarga dapat lebih mudah dilakasanakan dan diraih oleh keluarga tersebut,” ucapnya dihadapan 500 penonton pagelaran Genjek, Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Buleleng, Sukarmini dan Plt. Kepsta RRI Singaraja I Gusti Bagus Mulyadi Putra dan Plt. Kepsta RRI Denpasar I Ketut Wartiyasa dikemukakannya.

Menurut Sundra, 8 fungsi itu diantaranya fungsi ketuhanan, sosial budaya, fungsi reproduksi, fungsi pelestarian. Dengan melaksanakan fungsi keluarga tersebut, kesehatan keluarga akan lebih mudah terwujud. Angka kelahiran dan  kematian Ibu anak akan lebih mudah diatasi.

Ditempat yang sama, Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Buleleng, Sukarmini, menjelaskan fungsi ketuhanan, maknanya keluarga harus menempatkan Tuhan adalah yang paling utama sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Saya mengajak semua keluarga melakukan peribadatan dengan khusyuk sehingga setiap keluarga dekat dengan Tuhannya. Dengan demikian masyarakat kita akan aman, nyaman, tertib dan raharja," jelasnya.

Selanjutnya fungsi sosial budaya, contohnya pagelaran kesenian Genjek yang sudah menghibur namun sarat dengan pesan BKKBN. Dan yang tak kalah pentingnya adalah fungsi reproduksi.

“Saya meminta bapak dam ibu sekalian yang masih berusia produktif, memperhatikan reproduksi Ibu-ibunya. Kesempatan ketika sudah masuk usia subur dengan menjaga jarak kelahiran anak pertama, dan tetap memakai alat kontrasepsi,” tutur Sukarmini.

Selanjutnya adalah fungsi perlindungan yaitu dengan selalu bersama-sama mengutamakan persatuan dan kesatuan. Selain itu, Sukarmini juga mengimbau agar anak-anak balita diajak ke Posyandu, diberikan asupan gizi yang cukup.

"Jangan sampai anak balita kita dibawah garis merah," katanya lagi.

Maka dari itu asupan gizi harus cukup, dengan mengajak anak  balita ke Posyandu sambil diberikan pemahaman kasih sayang sehingga anak-anak akan saling menghormati dan memiliki sikap solidaritas yang tinggi sejak usia dini.

 

Sumber: RRI

 

 

BERITA LAINNYA

KOMENTAR