MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Friday, 25 January 2013 3:11 PM

SDM Pariwisata Perlu Peningkatan Kualitas dan Kuantitas

BPJS Info-BANDUNG   Kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata Indonesia termasuk yang terbaik di dunia. Akan tetapi permasalahannya kualitas tersebut masih banyak terdapat di level bawah. Begitu juga dari segi kuantitas sdm, sekolah-sekolah pariwisata masih dipertanyakan apakah mampu mensuplainya. "Mungkin sdm kita kelas dunia tapi untuk level tertentu seperti level staff tapi untuk level seperti supervisor jujur saja masih belum," kata Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Noviendi

Makalam di Ruang Rapat 1 STP Bandung, Jln. Setiabudhi, Senin (21/1/2013). Oleh karena itu, lanjut Noviendi, STP Bandung mempersiapkan lulusannya tidak hanya menjadi staff tapi juga dalam waktu relatif cepat dapat menjadi supervisior dalam bidang pariwisata. Dalam waktu tidak sampai sepuluh tahun dapat menjadi general manajer. "Lulusan kita memang lulus tidak langsung jadi supervisor atau manajer, karena tidak akan siap. Dimulai dari bawah tapi paling tidak ada percepatan mencapai ke sana," ujarnya. Noviendi mengatakan, peningkatan sdm pariwisata di Indonesia harus dilakukan terutama karena pertumbuhan pariwisata di Indonesia yang tinggi.

Selama tahun 2012 saja di Bandung telah dibuka 14 hotel dan itu semua membutuhkan sdm. Belum lagi dalam menyongsong 2015, ASEAN free trade di mana warga ASEAN dapat bekerja di Indonesia. Selain itu,dia juga mengemukakan ada tiga produk pariwisata di Indonesia yang harus dikejar antara lain, aksesbilitas,, atraksi dan amenities. Aksesbilitas pariwisata Indonesia tidak berada di bawah sektor pariwisata tapi di bawah sektor lain, misalnya saja untuk infrastruktur.

Begitu juga untuk aksesibilitas dalam informasi pariwisata Indonesia atau Bandung pada khususnya yang masih belum dapat diandalkan. Sebenarnya yang paling siap produk pariwisata Indonesia amenities yaitu fasilitas untuk memperoleh kesenangan. Dalam hal ini dapat berbentuk akomodasi, kebersihan dan keramahtamahan perhotelan Indonesia yang selalu mendapat nilai tinggi dunia. "Sekarang perlu digenjot sektor aktraksi yang masih alakadarnya padahal nilainya luar bias. Contoh atraksi tempat-tempat wisata kelas dunia tapi dikelola kelas lokal," katanya.

Sumber  : PRLM

 

BERITA LAINNYA

KOMENTAR