MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Tuesday, 21 May 2013 4:43 PM

Rumah Sakit Jokja Tambah Kapasitas

BPJS.INFO - "Sudah ada 'detail enginering design (DED) pembangunan Blok H dan kami juga sudah mengajukan rencana pembangunannya ke pemerintah pusat agar bisa memperoleh dana dari APBN," kata Wakil Direktur Pelayanan RS Jogja Agus Sudrajat di Yogyakarta, Selasa.

Berdasarkan DED, kebutuhan dana untuk pembangunan Blok H tersebut mencapai Rp36 miliar sehingga permintaan dana diajukan ke pemerintah pusat.

Menurut dia, keberadaan Blok H tersebut sudah sangat dibutuhkan karena akan mampu meningkatkan kapasitas tempat tidur dan jenis layanan dari RS Jogja, khususnya untuk pelayanan kelas 3. Kapasitas perawatan di blok tersebut adalah 150 tempat tidur.

Selain itu, lanjut dia, kualitas pelayanan juga bisa ditingkatkan karena akan ada ruangan isolasi untuk penanganan penyakit menular serta layanan kegawatdaruratan untuk proses persalinan.

Saat ini, kapasitas tempat tidur kelas 3 di RS Jogja tercatat sebanyak 94 unit dan biasanya selalu penuh oleh pasien khususnya pasien dengan layanan jaminan kesehatan masyarakat.

RS Jogja, biasanya terpaksa merawat pasien dengan layanan jaminan kesehatan masyarakat di ruangan kelas 2 akibat sudah tidak lagi tersedia tempat tidur di kelas 3. Kapasitas kelas 2 di RS Jogja adalah 38 tempat tidur.

"Meskipun dirawat di kelas 2, namun pasien akan membayar biaya perawatan untuk kelas 3. Ini dilakukan apabila kelas 3 sudah penuh. Saat kelas tiga ada yang kosong, maka pasien akan dipindahkan ke ruang kelas 3," katanya.

Berdasarkan data dari RS Jogja sejak akhir 2012 terjadi peningkatan jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap. Pasien warga Kota Yogyakarta yang dibuktikan dengan kepemilikan kartu tanda penduduk dapat mengakses jaminan kesehatan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan secara gratis. Kebijakan itu diberlakukan sejak Desember 2012.

Pada November 2012, jumlah pasien rawat jalan yang berobat di RS Jogja tercatat sebanyak 43 orang dan naik menjadi 510 pasien pada Desember 2012. Jumlah tersebut naik menjadi 921 pasien pada Januari 2013, Februari menjadi 991 pasien, dan Maret meningkat menjadi 1.309 pasien.

Sedangkan jumlah pasien rawat inap juga meningkat dari 84 pasien pada Desember 2012 menjadi 100 pasien pada Januari 2013 tercatat 125 pasien pada Februari dan turun sebanyak 90 pasien pada Maret.

"Rata-rata pasien yang dirujuk akibat tidak adanya tempat atau karena kasus yang tidak dapat ditangani masih lebih rendah dari toleransi yang ditetapkan yaitu kurang dari lima persen," katanya.

Agus berharap Blok H tersebut sudah dapat dioperasionalkan pada 2014. Namun demikian, RS Jogja juga menyiapkan sejumlah strategi untuk merealisasikan pembangunan Blok H seperti melakukan advokasi ke Dinas Kesehatan DIY.

"Dari informasi yang kami peroleh, akan ada dana yang turun pada 2015. Atau jika tidak, kami akan melakukan pendekatan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta," katanya.

Pendekatan tersebut di antaranya berisi upaya untuk meningkatkan fasilitas di puskesmas dengan membuat puskesmas perawatan.

"Nanti akan ada link antar keduanya. Jika ada pasien di kelas 3 yang sudah membaik, bisa ditangani di puskesmas perawatan," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Sujanarko mengatakan, keberadaan Blok H tersebut sudah sangat dibutuhkan oleh RS Jogja untuk meningkatkan pelayanan.

"Pemerintah juga sebaiknya tidak lepas tangan begitu saja. Tetapi memfasilitasi, upaya rumah sakit untuk memperoleh bantuan dana dari pusat," katanya. (ant)   Sumber:  eksposnews.com

BERITA LAINNYA

KOMENTAR