MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Thursday, 03 October 2013 7:08 PM

Program Kartu Pintar, Sekolah Sebaiknya Diberi Kewenangan

BPJS Info - Banyumas. Program kartu pintar/pandai yang rencananya akan diluncurkan Pemkab Banyumas bagi siswa miskin pada tahun depan, disambut positif sebagian besar sekolah. Namun demikian, sekolah berharap diberi kewenangan untuk melakukan pendataan.

Menurut Eka Bahtiar Rifai, guru SMP Ma'arif NU 3 Purwokerto, Kamis (3/10), selama ini dalam menentukan siswa miskin penerima program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang sudah berjalan, pemerintah lebih banyak berpegangan data Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan data dari desa.

Padahal, kata dia, selama ini penyaluran BLSM tersebut masih ada yang tidak tepat sasaran, lantaran ketidakakuratan dalam pendataan. Oleh karena itu, menurut dia, sebaiknya sekolah juga dilibatkan dan diberi kewenangan dalam menentukan siswa miskin penerima kartu pintar.

"Justru pihak sekolahlah yang lebih tahu, mana saja siswa yang benar-benar miskin dan mana yang mampu. Dengan demikian, program itu akan benar-benar tepat sasaran," jelasnya.

Dia menambahkan, pada dasarnya sekolah siap mempertanggungjawabkan terkait data tersebut. Bahkan sekolah siap untuk diaudit terkait penyalurannya. "Bila ada kekhawatiran dana siswa miskin ini tidak sesuai penyaluran maupun penggunaannya, kami siap untuk diaudit," tambah mantan Kepala SMP Ma'arif NU 3 Purwokerto ini.

Sementara Sudiran, kepala SMP YPE Patikraja, mengatakan dalam pembagian kartu pintar, sebaiknya tidak berdasarkan asas pemerataan. Artinya kuota kartu pintar itu dibagi secara merata.

Menurut dia, semestinya pembagian kartu tersebut didasarkan pada jumlah siswa miskin di suatu sekolah. Bila suatu sekolah siswa miskinnya banyak, seharusnya kuotanya juga lebih banyak. Demikian pula sebaliknya.

Dia menambahkan, sekolah menyambut baik langkah pemkab yang akan meluncurkan program kartu pintar. Apalagi bila itu untuk mencover siswa miskin yang tidak mendapatkan BSM.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Wahyu Budi Saptono, menjelaskan sebagai tahap awal, kemungkinan kartu pandai ini akan diperuntukkan bagi siswa miskin pada jenjang SMP. "Penerima kartu ini  hanya diberikan bagi mereka yang belum menerima BSM. Kalau yang sudah menerima, dipastikan tidak akan dapat," terangnya.

Adapun mengenai teknis maupun besarnya alokasi beasiswa bagi siswa dalam bentuk kartu pandai ini, sampai sekarang masih dirumuskan.

 

Sumber: Suara Merdeka

 

BERITA LAINNYA

KOMENTAR