MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Tuesday, 23 April 2013 6:52 PM

Nasib Asuransi Inhealth Diputuskan September

BPJS.INFO - PT Asuransi Kesehatan (Askes) melaksanakan kajian uji tuntas (due diligence) pada PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia.

Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Pudjianto mengatakan Askes selaku induk perusahaan melakukan uji tuntas (due diligence) perseroan. "Hasil dari due diligence akan disampaikan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," katanya di Jakarta, Selasa (23/4).

Menurut dia, Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia menunggu keputusan dari pemegang saham. "Diharapkan triwulan III, keputusan akan keberadaan Inhealth akan disampaikan," ungkap Pudjianto.

Ia menjelaskan Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia seharusnya menjadi BUMN. Ini disebabkan perseroan berfungsi melayani masyarakat bukan mencari keuntungan. "Karenanya, biaya kesehatan terkendali. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia memiliki unsur membina masyarakat, seharusnya dikelola negara," ucapnya.

Pudjianto mengungkapkan Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia menargetkan perolehan premi (gross written premium/GWP) sebesar Rp1,6 triliun di 2013 atau tumbuh 33% dibandingkan Rp1,203 triliun dari tahun sebelumnya.

"Hingga Maret 2013, penerimaan premi nonaudit mencapai Rp415,12 miliar atau naik 32,29% dibandingkan periode yang sama 2012 di Rp313,79 miliar," jelasnya. Asuransi kesehatan jiwa, tambahnya, berkontribusi hingga 95% bagi perolehan premi. Sisanya, nonsektor asuransi kesehatan.

Pudjianto menuturkan pendapatan investasi Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia sebesar Rp34,74 miliar hingga kuartal I 2013 atau tumbuh 52,08% dari periode yang sama 2012 Rp22,84 miliar. "Tahun ini diproyeksikan hasil investasi mencapai Rp166 miliar atau tumbuh 56,6% dari Rp106 miliar pada 2012," jelasnya.

Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia menempatkan portofolio investasi pada deposito sebesar 50%, obligasi 34%, dan reksa dana 14% di 2013. "Tahun lalu, penempatannya pada deposito 50%, obligasi 37%, serta reksa dana 11%," ucapnya. (Wibowo)  Sumber: http://www.metrotvnews.com

BERITA LAINNYA

KOMENTAR