MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Monday, 17 June 2013 10:09 AM

Bupati Sambut Baik Pengaktifan Jalur KA ke Ciwidey


WARGA yang menggunakan sepeda motor melintasi jembatan yang merupakan bekas rel kereta api di Blok Nambo. Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (16/6/2013). Rencananya Pemerintah Provinsi Jabar dengan Pemkab Bandung akan membuka kembali jalur kereta api dan membangun jalur monorel untuk mengatasi kemacetan yang kian parah.* USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"

 


BPJS INFO - SOREANG, (PRLM).- Rencana untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api (KA) yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung masih menunggu kepastian beberapa pihak. Bupati Bandung, Dadang Naser menyambut baik jika rencana adanya pengaktifan jalur KA dari Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung terutama untuk ke jalur wisata seperti kawasan Ciwidey.

"Saya menyambut baik adanya rencana tersebut. Dengan adanya jalur KA yang kembali diaktifkan lagi, bisa mengurai kemacetan juga bagi masyarakat yang ingin datang ke tempat wisata Kabupaten Bandung," ujar Dadang pada Minggu (16/6/2013).

Dadang menambahkan, pada jaman Belanda dulu memang jalur KA ke arah Ciwidey tersebut sempat eksis dan digunakan jalur alternatif agar sampai kepada tujuan. Tidak salah, kata Dadang, jika saat ini ada rencana untuk diaktifkan lagi. "Kita inginkan diaktifkan lagi saja. Terkait masalah lahan, itu kan sebenarnya milik tanah PT KA. Jadi tidak akan susah untuk mengurusnya," katanya.

Selain jalur Ciwidey, kata Dadang, pihaknya juga menginginkan agar jalur Nagreg-Padalarang pun dibenahi dengan fasilitas KA yang layak bagi masyarakat. "Harus dibenahi juga agar fasilitas KA lebih nyaman dan layak bagi masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional II Bandung, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, memang pihaknya sudah membahas rencana untuk menghidupkan kembali jalur selatan tersebut. "Kita sebenarnya sudah membahas hal tersebut dari tahun 2010 lalu. Tapi memang perlu perencanaan yang matang apalagi saat ini hampir 90 persen jalur tersebut sudah dihuni oleh warga sekitar," katanya.

Ditanya soal keberadaan warga yang menjadi kendala untuk operasi jalaur KA tersebut, Bambang membenarkan. Hal lainnya yang menjadi kendala, harus melalui pembahasan daan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah sebagai pemilik wilayah, lalu Kementerian Perhubungan, dan pihak KAI.

Bambang menjelaskan bahwa, tujuan mengaktifkan kembali jalur selatan tersebut bukan hanya untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan saja. Melainkan, untuk memberikan kelancaran jalur macet seperti halnya di kawasan Kopo-Sayati. "Nanti rencananya kan jalur tersebut dimulai dari Bandung-Buahbatu- Dayeuhkolot-Pemempeuk-Banjaran, Soreang-Ciwidey," katanya.

Bambang menjelaskan bahwa bukan hanya jalur Bandung-Ciwidey saja, melainkan ada jalur Rancaekek-Tanjungsari yang sedang tahap proses dan pembahasan. "Kemungkinan justru yang bakal diaktifkan lebih cepat jalur Rancaekek-Tanjungsari sekitar tahun ini kalau tidak tahun 2014 mendatang. Untuk jalur Bandung-Ciwidey tidak mungkin tahun ini," ucapnya. (A-211/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com

BERITA LAINNYA

KOMENTAR