MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Saturday, 01 March 2014 12:40 AM

Peserta Askes di BPJS, Diberlakukan Sistem Rujukan

BPJS Info - Jakarta. Program Kesehatan Jaminan Nasional (KJN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus disosialisasikan baik oleh pemerintah maupun rumah sakit.

Kendati KJN telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2014 lalu, nyatanya di lapangan masih didapati kekacauan. Pihak rumah sakit pun belum siap 100 persen dengan perubahan tersebut.

“Saat awal terjadi kekacuan karena  satu pihak merasa tidak berubah karena  berpuluh tahun pakai Askes. Kalau ada perubahan tidak merasa nyaman. Inilah yang sekarang kami coba edukasi kepada  pasien dan kami minta juga bantuan media massa untuk memberikan pendidikan,” kata Direktur Medik dan Keperawataan RS Fatmawati, dr Lia Gardenia Parta Kusumah, dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (27/2/2014).

Ada dua poin yang terus disosialiasikan oleh pihak RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Pertama, pemberlakukan sistem rujukan. Artinya sebelum BPJS diberlakukan, pasien peserta Askes dapat berobat di berbagai rumah sakit. Setelah diberlakukan, maka peserta Askes harus berobat di rumah sakit terdekat sesuai dengan domisili tinggal. Misal, di Jakarta Selatan maka dapat berobat di rumah sakit rujukan seperti RS Fatmawati, Jakarta Timur yang tertinggi adalah RS Persahabatan dan tidak bisa seenaknya berobat ditempat lain.

“Ini perlu edukasi kepada keluarga dan pasien bahwa sekarang memakai sistem rujukan. Mulainya dari tingkat yang terdekat dimana dia terdaftar. Misal banyak pasien di Fatmawati yang tidak mau pindah kan. BPJS sudah beri jalan kalau mau pindah dalam waktu 3 bulan masih boleh pindah namun setelah itu tidak boleh. Mungkin ini untuk menata wilayah”.

Menurutnya sistem rujukan pada dasarnya bagus namun butuh waktu agar sistem tersebut berjalan dengan efektif.

Kedua adalah pemberian obat untuk penyakit kronis. Sebelum surat edaran Menkes pada 16 Januari lalu, obat untuk penyakit kronis dibatasi hanya tujuh hari. Kini dengan surat edaran Menkes, peserta Askes mendapatkan obat untuk 30 hari.

“Sudah ada pembicaraan BPJS, kami dapat memberikan obat selama 30 hari, dalam arti tujuh hari ditanggung oleh rumah sakit dan sisanya BPJS. Sejak 16 Januari kami sudah memberikan terapi 30 hari,” jelasnya.

 

Sumber: RRI

BERITA LAINNYA

KOMENTAR