MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Thursday, 10 October 2013 7:37 PM

Pekerja Sektor Informal Ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Info - Jakarta. Pemerintah menargetkan minimal per 1 Januari 2014 ada sekitar 121 juta penduduk Indonesia secara otomatis masuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Mereka adalah peserta Jamkesmas, Jamkesda, Jaminan Perlindungan Kesehatan (JPK) Jamsostek, PNS, TNI/Polri, perintis dan veteran bersama keluarganya.  

Meski demikian, bagi sektor informal atau penduduk yang mampu dan membayar iuran secara mandiri dipersilakan mendaftarkan diri per 1Januari 2014. Mereka membayar sesuai dengan kelas akomodasi yang dipilihnya, yaitu Rp 59.500 per orang per bulan (kelas 1), Rp 42.500 (kelas 2), dan Rp 25.500 (kelas 3).   "Per 1 Januari 2014, pekerja informal boleh mendaftar. Begitu mendaftar, peserta langsung mendapatkan haknya," ujar Dirut T Askes Fahmi Idris, di sela-sela peresmian gedung baru PT Askes, sebagai bagian dari persiapan menuju BPJS Kesehatan, di Jakarta, Rabu (9/10).  

Fahmi mengatakan, ada tiga cara peserta mandiri mendaftarkan diri, yaitu bisa melalui online atau laman (website), datang sendiri ke kantor BPJS dan cabang-cabangnya, atau melalui tiga bank yang sudah ditunjuk, yaitu BNI, BRI, dan Mandiri. Setelah mendaftar,  peserta mandiri akan mendapatkan kartu kepesertaan BPJS. Sedangkan, bagi beserta lainnya untuk sementara menggunakan kartu kepesertaan yang aman hingga habis masa berlaku, dan baru setelah itu diberikan kartu baru.  

Secara teknis, kata Fahmi, mekanisme pembayaran iuran sektor informal tidak semudah peserta lainnya, seperti pekerja formal dan penerima bantuan iuran (PBI).   Persyaratan Saat mendaftar, peserta informal memenuhi sejumlah persyaratan. di antaranya wajib membayar iuran tiga bulan di depan, dan tidak boleh menunda pembayaran karena apabila sakit yang bersangkutan harus membayar tunggakannya dulu ditambah bunga. Manfaat yang diterima peserta mandiri ketika sakit juga harus sesuai dengan besaran iuran yang dibayarnya.  

"Misalnya peserta mandiri mengiur untuk kelas 3, tetapi ketika sakit dan mau dirawat di kelas 2, maka yang bersangkutan sendiri yang membayar on top atau kelebihannya itu kepada rumah sakit, sedangkan PJS hanya membayar dengan nominal kelas 3," ucap Fahmi.  

Dia menambahkan, untuk menagih iuran sektor informal, BPJS menggunakan jasa tiga bank, yaitu BNI, BRI, dan Mandiri. Dari bank tersebut, baru dikirim ke rekening BPJS Kesehatan, di mana teknologi milik BPJS untuk penagihan itu ditempatkan di setiap bank tersebut. Dengan demikian, BPJS tidak menerima pembayaran langsung dari peserta. Untuk mendukung pelaksanaan BPJS Kesehatan, Askes telah membangun sekitar 400 kantor operasional di kabupaten/kota, belum termasuk kantor cabang di semua provinsi. Dengan semua persiapan ini, Fahmi optimistis BPJS Kesehatan siap dioperasionalkan tepat 1 Januari 2014.  

"Hampir di seluruh kabupaten dan kota, Askes memiliki kantor operasional. Di mana ada PNS di situ ada kantor, sehingga soal fasilitas tidak jadi persoalan," katanya.

 

Sumber: Suara Pembaruan

 

BERITA LAINNYA

KOMENTAR