MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Tuesday, 04 December 2012 8:06 AM

JPK Terakhir Disepakati

BPJS InfoPembayaran iuran terakhir peserta program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK)  kepada Jamsostek  adalah Desember 2013, sebelum  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan berdiri.

Itu sesuai dengan kesepakatan masa transisi, tutur Direktur Perencanaan Pengembangan dan Informasi, Agus Supriyadi, kemarin.

Menurut dia, kesepakatan pembayaran utang jaminan dan utang kapitasi sampai Desember 2013 menjadi tanggung jawab PT Jamsostek. Mulai 1 Januari 2014, kapitasi dan jaminan mulai dibayarkan oleh BPJS Kesehatan.

Bahkan, PT Jamsostek juga menyiapkan aspek legal untuk posisi terakhir pengalihan data kepesertaan JPK baik perusahaan, tenaga kerja, maupun anggota keluarganya kepada BPJS Kesehatan.

Aspek legal itu, lanjut Agus, dimaksudkan untuk menghindari potensi masalah akibat kegagalan proses transfer data peserta dan antisipasi stagnasi pelayanan kesehatan kepada mantan peserta JPK setelah dialihkan.

Besar Iuran

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Chazali Situmorang meminta pemerintah serius menyelesaikan Rancangan Peraturan Presiden mengenai Jaminan Kesehatan. 

Namun, ia tidak memungkiri masih ada beberapa soal yang belum clear, yaitu besaran iuran bagi penerima bantuan iuran dan  pembayaran iuran oleh pemberi kerja atau pekerja, termasuk besarannya.

Untuk mempertemukan pendapat mengenai pembayaran iuran jaminan kesehatan yang wajib dibayar oleh pekerja atau pemberi kerja, dalam waktu dekat akan ada pertemuan tripartit antara wakil pemerintah, wakil asosiasi pemberi kerja, dan wakil organisasi pekerja.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan pemerintah menargetkan 2019 seluruh rakyat terlindungi kesehatannya melalui BPJS Kesehatan. 

Proses kepesertaannya sudah tertuang dalam roadmapnya dan bertahap.

 

Sumber: Jamsostek

BERITA LAINNYA

KOMENTAR