MEDIA SOSIALISASI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL
BPJS

Friday, 16 November 2012 10:48 PM

Harga Dokter Umum BPJS

“IDI sendiri tegas mengancam bakal melakukan demo jika bayaran dokter yang melayani pasien BPJS dianggap tidak layak(1)

Kutipan di atas merupakan reaksi dari IDI mengenai dampak dari besaran iuran premi BPJS Kesehatan. Fenomena tarik ulur antara peserta, pembayar dan penyedia layanan kesehatan merupakan dinamika dalam sebuah asuransi kesehatan. Keterlambatan dalam meregulasi sistem pelayanan kedokteran merupakan salah satu faktor yang disampikan oleh Ketua Bidang Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dengan Sistem Rujukan Pengurus Besar IDI, dr. Gatot Soetono MPH .

Distribusi dokter  menjadi hal penting agar sistem yang dimaksud terealisasi, namun selama ini distribusi dokter masih berpusat di kota-kota besar. Oleh karena itu IDI mengusulkan agar pemerintah membuat suatu Indeks Geografi Praktik yang bertujuan agar dokter mendapatkan penghargaannya secara adil sesuai dengan tingkat keterpencilan geografis dan kesulitan fisik tempat mereka bertugas.

Belum lagi adanya kebijakan “dokter murah” atau menghargai dokter di bawah standar (underpaid) yang selama ini tidak disadari oleh sebagian besar dokter di mana kompensasi dari kerja utama tidak mencukupi untuk hidup layak akibatnya dokter mencari kerja tambahan di luar kerja utama.

Dengan berbagai latar belakang masalah di atas maka IDI menyusun sebuah Panduan Kompensasi Dokter dan Jasa Medik yang bertujuan untuk mengurangi masalah tersebut. Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan pendapatan dokter, mengurangi kesenjangan kesejahteraan di antara dokter, mendorong persebaran dokter, melindungi pasien dari biaya yang berlebihan serta membantu mewajarkan biaya kesehatan. Dari formula tersebut akhirnya didapatkan nilai rentang kompensasi dokter umum dalam sebulan untuk daerah perkotaan yaitu Rp 12.000.0000 hingga Rp 17.000.000 dengan waktu kerja 40 jam per minggu. Nilai ini akan berubah sesuai dengan geografisnya.(2)

Lalu yang menjadi pertanyaan adalah sebenarnya berapa dokter umum dibayar saat ini?

Berdasarkan hasil studi pembiayaan fasilitas kesehatan di Indonesia yang dilakukan oleh Pusat KPMAK dan OPM, didukung oleh GIZ dan AusAid, menunjukkan bahwa proporsi gaji dokter dalam pelayanan kesehatan di puskesmas hanya 4% dari total biaya puskesmas per tahun. Jika dilihat lebih dalam lagi maka didapatkan bahwa rata-rata gaji dokter puskesmas adalah sebesar Rp 4,5 juta per bulan. Jumlah ini bahkan lebih  rendah dari rata-rata gaji perawat dan bidan yaitu sebesar Rp 5,4 juta per bulan.(3)

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa dokter umum rata-rata bekerja sebanyak 33 jam per minggu, sedangkan perawat dan bidan bekerja rata-rata 27 jam per minggu. Maka didapatkan rata-rata gaji dokter untuk pelayanan langsung kepada pasien di puskesmas adalah sebesar Rp 34.091 per jam, dibandingkan dengan rata-rata gaji perawat dan bidan sebesar 41.667 per jam.

Dengan demikian terdapat gap sebesar Rp 40.909 per jam yang harus dibayarkan agar gaji dokter umum dapat ideal sesuai dengan standar panduan IDI. Dengan melihat dokter umum sebagai ujung tombak di era BPJS nanti, diperlukan kurang lebih 60 ribu dokter umum. Oleh karena itu dampak terhadap biaya yang harus dibayarkan untuk kompensasi dokter adalah sebesar  Rp 4,7 triliun per tahun untuk gaji dokter umum. Jumlah ini tentunya akan bertambah seiring dengan tingginya inflasi biaya kesehatan dan bertambahnya jumlah lulusan dokter umum di Indonesia. (Firdaus Hafidz & Rizki Tsalashitakhair)

 

 

Sumber: wordpress/Hafidz

 

BERITA LAINNYA

KOMENTAR